Laman

Penetapan Jadwal Pelayaran Gresik-Bawean Akhirnya Diundi

Penetapan Jadwal Pelayaran Gresik-Bawean Akhirnya Diundi

Penetapan Jadwal Pelayaran Gresik-Bawean Akhirnya Diundi - Pengusaha Kapal Rebutan Shift - Pengundian jadwal pelayaran kapal Gresik-BaweanPengundian jadwal pelayaran kapal Gresik-Bawean(Foto: Masduki Mohammad-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Paska kericuhan akibat jadwal kapal Bahari Ekspres (EB) 1C dan Tungkal Samudera 01, Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik akhirnya melakukan undian untuk menentukan jadwal kedua kapal tersebut. Pengundian jadwal itu terpaksa dilakukan sebab kedua pengusaha kapal sama-sama ngotot untuk memilih jadwal pelayaran.
Undian ini dilaksanakan saat rapat koordinasi Transportasi penyeberangan Gresik-Bawean yang berlangsung di Kantor Bupati Gresik, Senin (11/02/2013).
Rapat yang dipimpin oleh Sekda Gresik Moh Nadjib diikuti oleh PT Gresik Samudera, Dinas Perhubungan, beberapa perwakilan dari otoritas Pelabuhan dan 2 pengusaha kapal penyeberangan yaitu dari PT Pelayaran Sakti Makmur pemilik Ekspres Bahari IC yang diwakili oleh Kunto Pratogo dan PT Restu Pertiwi Buana pemilik Tungkal Samudra I yang diwakili oleh Adnand Kashogi Johan.
Opsi penentuan cara diundi setelah perundingan gagal karena tidak ada titik temu. Hasilnya, trayek I dengan jadwal pelayaran Gresik-Bawean yaitu Hari Sabtu-Minggu-Rabu dilayani oleh kapal Tungkal Samudera 0I. Sedangkan Trayek II dengan jadwal Gresik-Bawean pada hari Minggu-Selasa-Kamis akan dilayani oleh Kapal Ekspres Bahari IC.
“Jadwal ini berlaku setelah tanggal 17 Februari 2013. Untuk jadwal besok (Selasa-red) sampai tanggal 16 masih berlaku jadwal yang telah dibuat oleh pihak Dishub,” tegas Najib.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik MOh Najib menyampaikan, kendati jadwal sesuai undian telah disepakati, dilain hari tetap ada revisi ketika kapal milik BUMD PT Gresik Samudera sudah mulai operasi.
“Apabila Kapal milik Gresik Samudera mulai beroperasi, maka jadwal pelayaran masing-masing kapal akan dikurangi masing-masing dari enam kali pelayaran menjadi empat kali pelayaran dalam seminggu. Dua kali dari Gresik menuju Bawean dan dua kali dari Bawean menuju Gresik,” terangnya didampingi oleh Direktur Gresik Samudera, Suhartanto.
Dalam koordinasi ini juga ditetapkan kesepakatan, apabila cuaca buruk yang telah ditentukan oleh pihak berwenang, maka operator pelayaran dibebani kewajiban membantu Pemerintah untuk mengupayakan penyeberangan penumpang

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...