Laman

Mengenal Peralatan Navigasi Kapal


Prosedur pembuatan tali perum :
  • Ø Tali dibasahi dan diretentangkan secara berulang kali pada 2 tiang kapal yang berjarak cukup jauh
  • Ø Di tengah tengah tali di beri beban yang cukup berat dan hal ini berlangsung kira kira satu minggu dengan tujuan agar tali tidak memanjang lagi jika kena panas, dan tidak berkerut jika kena dingin, sehingga pengukuran kedalaman air lebih tepat.
Prosedur pemberian merkah merkah pada tali perum
  • Ø Merkah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9 meter dst tali tidak berwarna
  • Ø Merkah 3, 13, 23 meter dst sepotong kain merah
  • Ø Merkah 5, 15, 25 meter dst sepotong kain putih
  • Ø Merkah 7, 17, 27 meter dst sepotong kain biru
  • Ø Merkah 10, 20, 30 meter dst sepotong kulit dengan berturut turut 1, 2, 3 lubang dst
Cara menggunakan perum tangan
  • Ø Pemeruman dapat dilakukan dari sebelah kanan, dan kiri bagi juru perum yang kidal
  • Ø Persiapkan tali perum dengan tali perum yang digulung secara rapi, baru perum diberi gemuk pada lubang dasar batu perum, tali perum disambungkan pada batu perumnya.
  • Ø Juru perum memegang pasak lintang yang tersapat pada tali perum, perum di ayun putar kedepan dan kebelakang, bila memperoleh momentum yang cukup batu perum di lemparkan kedepan sejauh mungkin, sambil mengarea tali perum
  • Ø Pada siang hari pemeruman dapat langsung dibaca pada merkah, merkah yang ada diatas permukaan air laut, pada malam hari atau cuaca buruk, pembacaan merkah-merkah dilakukan dengan melihat apa yang terpegang ditangan (koreksi kembali dengan jarak merkah ke tali perum yang di permukaan air)
  • Ø Pada pemeruman yang terakhit biasanya juru perum meneriakkan ke anjungan, sebanyak tali ditangan
  • Ø Jenis tanah didasar air laut  dapat diketahuai dari  apa yang melekat pada gemuk batu perum,  pasir dan lumpur biasanya mudah menempel, sedangkan batu karang dan batu batu akan sulit menempel.
Keuntungan perum gema (echo sounder) terhadp jenis perum lain :
  • Ø Pengukuran dapat berlangsung terus menerus
  • Ø Pengukuran dapat dilakukan dengan kecepatan kapal
  • Ø Dapat diperoleh gambaran profit dari dasar laut yang dilalui
  • Ø Dapat dengan segera diketahui tempat tempat yang dangkal yang dilalui
  • Ø Pelayanannya mudah
  • Ø Dapat mengukur dengan seksama pada kedalaman ±2 dm dibawah lunas kapal
  • Ø Pengukuran dapat dilakukan pada setiap keadaan cuaca dan kecepatan
Kerugian perum gema (echo sounder) terhadp jenis perum lain :
  • Ø Harganya mahal dan pemeliharaanya sukar
  • Ø Pengukuran dapat dipengaruhi oleh adanya gelembung gelembung udara yang terdapat dibawah lunas kapal
  • Ø Adanya benda benda yang melayag didalam air (kayu, kototran, gerombolan ikan) dapat mempengaruhi pengukuran
  • Ø Hasil pengukuran masih harus dikoreksi lagi dengan sarat/dfrat kapal, koreksi pythagoras, koreksi garis nol dan koreksi maka suratan
Gambar Skema Perum gema
Prinsip pengukuran dalam laut dengan Echo Sounder :
  • Ø Pesawat ini menghasilkan getaran getaran suara yang berlangsung pendek dan secara periodik
  • Ø Oscillator atau tranduser tranduser sebagai alat pemancar dan penerima getaran listrik
Macam macam alat untuk menentukan kedalaman air :
  • Ø Perum biasa
  • Ø Perum tangan
  • Ø Perum berat
  • Ø Perum mekanis
  • Ø Perum yang dijatuhkan
  • Ø Perum gema ( Echo Sounder)
Macam macam alat pengukur kecepatan (topdal) :
  • Ø Topdal tangan
  • Ø Topdal mesin disebut topdal tunda
  • Ø Topdal modern atau topdal listrik
Bagian pesawat topdal mesin :
  • Ø Apung- apung (badan baling baling)  yang terdiri dari empat buah sirip, untuk mengirim, memberikan hitungan putaran sosok dari topdal tuda.
  • Ø Tali topdal berfungsi sebagai penghubung
  • Ø Roda penerus ( roda baling) berfungsi sebagai peredam sentakan tali tunda
  • Ø Pemberat berfungsi untuk menjaga agar apaung-apaung bersirip tidak terlalu melayang
  • Ø Pesawat penghitung berfungsi untuk melihat dan memberikan hitungan putaran sosok dari topdal tunda.
Gambar topdal tunda
Prosedur penggunaan topdal mesin
  • Ø Pertama tama pesawat penghitung (lonng) dipasang dengan baik, di tempat khusus telah disediakan untuk keperluan tersebut.
  • Ø Tali topdal diatur (dilingkarkan kekanan) sedemikian rupa sehingga kedudukan apaung-apung berada dibagian atas sekali
  • Ø Kemudian kaitan yang terdapat pada tali topdal dimasukkan kedalam mata yang terdapat dibelakang roda penerus
  • Ø Selanjutnya apung-apung bersama dengan tali topdal diarea pelan pelan kedalam air
  • Ø Jika tali topdal sedikit lagi yang berada di deck, tali topdal agak ditahan (dipegang kuat) sambil diarea terus sampai habis (tegang), hal ini dilakukan agar supaya mekanisme dan pesawat penghitung tidak mengalami sentakan yang tiba tiba dan cepat rusak
  • Ø Waktu mulai pengukuran dan penunjukan pesawat penghitung sebelum pengukuran dicatat dalam buku harian kapal (journal)
Keuntungan barometer aneroide :
  • Ø Kemungkinan pecah lebih sedikit
  • Ø Cara membawanya tidak sesulit barometer air raksa
  • Ø Tidak begitu terpengaruh oleh gerak olengan dan anggukan kapal, sehingga penunjukannya dapat dibaca dengan cepat dan mudah
Kerugian barometer aneroide
  • Ø Tidak dapar segera mengikuti perubahan perubahan tekanan udara, dengan kata lain borometer aneroid itu kerjanya lambat pada tekanan udara yang menurun, penunjukannya dapat dibaca dengan cepat dan mudah
  • Ø Koreksi koreksi yang dapat diperoleh dengan memperbandingkannya dengan barometer air raksa itu ternyata tidak senantiasa mempunyai nilai yang tetap, hal ini disebabkan oleh kerja ikutan thermis. Ausnya alat alat bagiannya atau gesekan natara pelbagai alat bagiannya, untuk mengurangi gesekan, maka sebelum pembacaan hendaknya barometer ditepuk
  • Ø Setelah jarum menunjukkan penyimpangan yang besar sekali (sebab terjadi perubahan tekanan udara yang besar sekali) terhadap kedudukan tengah tengah, maka penunjukan selanjutnya tidak dapat begitu dipercaya, sebab elastisitas dan lat alat bagian yang memegas mengalami perubahan tetap atau elastisitasnya pulih kembali setelah memakan waktu yang cukup lama.
Prosedur Kerja Barograf :
  • Barograf bekerja secara otomatis, yang terdiri dari sejumlah kotak VIDI yang bersusun, dan dibagian dalamnya tidak terhubung satu sama lain
  • Ø Dalam kotak VIDI ditempatkan pegas pegas penegang, jika tekanan udara naik, kotak VIDI tertekan kearah dalam dan jika sebaliknya maka kotak VIDi memuai(mengambang) dan masih dinatu bobot pengatur
  • Ø Grakan turun naik kotak VIDI yang terarah dipindahkan ke batang CE, yang salah satu ujungnya dipasang pena yang berisikan tinta pencatat
  • Ø Pena itu melukiskan garis diatas diagram yang di rentangkan sekeliling selinder A, dimana silinder itu di putar dengan kecepatan tetap
Macam macam alat menentukan tekanan udara :
  • Ø Barometer air raksa
  • Ø Barometer logam/aneroide
  • Ø Barograf
Syarat syarat piringan pedoman yang baik
  • Ø Harus ringan, sungkup piringan pedoman bagian bawahnya harus licin
  • Ø Tidak memiliki kesalahan kolimasi
  • Ø Pembagian derajatnya harus jelas sehingga mudah dibaca dan dibua secara teratur
  • Ø Besarnya piringan pedoman harus seimbang dengan besarnya ketel pedoman
  • Ø Piringan pedoman harus tenang
  • Ø Piringan pedoman harus peka
  • Ø Waktu ayun piringan pedoman harus cukup besar, min 14 detik agar tidak terjadi sinkronisasi dengan olengan kapal
Bagian bagian pedoman zat cair
  1. Tutup ketel bagian atas dari kaca tembus pandang
  2. Pengapung ditempatkan dibawah piringan pedoman
  3. Piringan pedoman
d.  Jarum jarum magnet
  1. Tromol pemuaian, cairan
  2. Sumbat pengisian cairan
g.  Semat pedoman
h.  Alas penyangga semat
  1. Alas (penutup bagian bawah bergelombang)
  2. Garis layar
  3. Tanduk ketel pedoman
Syarat-syarat ketel pedoman yang sempurna :
  • Ø Ketel pedoman tidak boleh mengandung magnetisme.
  • Ø Apabila kapal dalam keadaan diam, tutup kaca dari pada ketel pedoman harus dalam keadaan mendatar / stabil.
  • Ø Dalam keadaan apapun kita harus dapat mengayun dengan mudah dan tidk menyentuh dimana-mana.
  • Ø Tuntungnya semat pedoman harus berdiri tegak lurus tepat di tengah ketel pedoman.
  • Ø Sungkup dari pada pesawat baring harus dengan seksama tepat berada di tengah (pusatnya) tutup kaca dan tepat berdiri tegak lurus di atas tuntungnya semat pedoman.
  • Ø Tuntungnya semat pedoman harus terletak pada titik potong dari pada garis cincin lenja.
  • Ø Garis layar harus tepat.
Perbedaan pedoman magnet dengan pedoman gyro (gasing):
  • Ø Pedoman magnet prinsip kerjanya tergantung pada sifat sifat magnet dari sebuah magnet batang, dan pengaruh medan magnet bumi
  • Ø Pedoman gyro  prinsip kerjanya sama sekali tidak tergantung pada sifat magnet melainkan cara kerjanya sebuah gyroscope dan tergantung pada listrik kapal.
Macam pedoman diatas kapal
  • Ø Pedoman magnet standard, berada di deck paling atas anjungan, untuk membaring.
  • Ø Pedoman kemudi, berada didepan steering untuk panduan kemudi
  • Ø Pedoman darurat berada di emergency steering untuk darurat kemudi.
  • Ø Pedoman sekoci di life boat untuk keadaan darurat
Beberapa keuntungan dari Pedoman Gyro :
  • Ø Arah selalu sejati
  • Ø Pembacaan sangat seksama, pembesaran mawar pedoman Kemudi teliti sampai dengan 1°
  • Ø Pemasangan Repeater, Ki/Ka di luar anjungan sehingga cakrawala bebas.
  • Ø Pada waktu kapal oleng, juru mudi melihat perubahan haluan cepat.
Kerugian dengan menggunakan Pedoman Gasing :
  • Ø Instalasi sangat lengkap dan sangat mahal.
  • Ø Susunan juga sangat rumit, kalau terjadi perubahan pada generator pembangkit listrik dan terjadi penurunan voltase penunjukan arah pedoman akan kacau sebelum voltase normal
  • Ø Jika terjadi kerusakan di laut sulit untuk diperbaiki sebab tenaga ahlinya ada di darat
Bagian utama pedoman :
  • Ø Piringan pedoman
  • Ø Ketel pedoman
  • Ø Cincin lensa (alat penggantung pedoman)
  • Ø Rumah pedoman
Bagian Bagian pedoman magnet basah
  1. Tutup kaca
  2. Tanduk
  3. Sumbat (untuk menambah cairan)
d.  Pengapung
  1. Batang magnet dalam bungbung kuningan
  2. Semat
g.  Tromol berpegas
h.  Jembatan kuningan untuk penyangga semat
  1. Pemberat
  2. Ketel
  3. cairan
Keuntungan pedoman magnet basah dibanding pedoman magnet kering :
  • Ø Pedoman magnet basah memiliki momen yang lebih besar,
  • Ø Lebih tenang, karena memiliki peredam getaran dan goncangan lebih banyak
Perbedaan antara chronometer dengan jam bisa :
  • Ø Pada chronometer dipasang sebuah alat namanya bucuan, fungsi mengatur jalan atau putaran jam
  • Ø Chronemeter menunjukkan waktu GMT, sedangkan jam bisa menunjukkan waktu setempat
  • Ø Chronometer mempunyai tegangan pegas, chromometer berjalan sejak diputar penuh. Sedangkan pada jam biasa tidak kita dapati
Arti duduk atau langkah dari chronometer adalah sejumlah waktu yang menunjukkan lebih lambat atau lebih cepat
Duduk diberi tanda positif bila pengukur waktu berjalan lebih lambat terhadap GMT,Duduk diberi tanda negatif bila pengukur waktu berjalan lebih cepat dari GMT
Bagian bagian chronometer :
  • Ø Pegas besar dan kuat, funsinya pegas ini merupakan sumber tenaga penggerak dari seluruh alat ini sendiri
  • Ø Rangkaian roda roda gigi dipergunakan untuk memeindahkan gerakan
  • Ø Penyeimbangan dipergunakan untuk mengatur langkah dari chronometer
Chronometer adalah alat pengukur waktu yang mampu menunjukkan waktu dengan seksama sekali, chronometer dipergunakan dikapal untuk dapat menentukan waqktu menengah di greenwich (GMT=Greenwich Mean Time) pada setiap saat
Jenis alat baring :
  • Ø Model alat baring jarum semat
  • Ø Model alat baring penjelah celah benang
  • Ø Model alat baring Thomsom
  • Ø Azimuth circle
  • Ø pelorus
Penjelasan cara menggunakan model alat baring jarum semat adalah Kita harus melihat jarum dan benda dalam garis lurus atau dengan melihat dari arah belakang jarum dan bends menjadi satu skala perpotongan pada piring pedoman oleh jarum dapat dibaca.
Penjelasan cara menggunakan model alat baring Thomson :
  • Ø Pada saat membaring bantu navigasi , kita harus melihat jarum dan benda dalam satu garis
  • Ø Dengan melihat dari jarum kearah belakang jarum, kearah satu benda sedemikian rupa, sehingga benda menjadi satu
  • Ø Kemudian pada skala derajat pada piringan pedoman yang terpotong oleh jarum arah benda dilihat dari kapal dan dapat dibaca
————————————————
Buatlah gambar konstruksi pada tabir/layer RADAR dan posisi kapal dipeta dengan data sbb:
  • Ø Relative motion RADAR pada kondisi  North Up
  • Ø Haluan kapal 210°
  • Ø Baringan target A 90°
  • Ø Baringan target B 135°
  • Ø Target A dan B di peta berada pada garis bujur yang sama dan berjarak 4 mil
90°
4 mil
210°                                                           135°
———————————————–
Sextan digunakan untuk mengukur sudut antara dua garis yang ditarik dari dua titik oleh seorang pengamat, besar sudut yang yang diukur dama dengan dua kali sudut yang terbaca pada pembidang busur
Perbedaan sextan dengan alat baring lainnya : sextan merupakan alat baring yang dipergunakan untuk mengukur tinggi benda benda angkasa, sedangkan alat baring lainnya dipergunakan untuk membaring sosok benda di bumi seperti pulau, suar dan tanjung.
Jenis thermometer :
  • Ø Thermometer fahrenheit
  • Ø Thermometer celcius
  • Ø Thermometer reamur
  • Ø Thermometer kelvin
Perbandingan skala thermometer
CelciusReamurFahrenheitKelvin
100
100
5
80
80
4
212
180+32
9+32
332
232
5
Fungsi dari thermometer :Untuk mengetahui suhu sekeliling kita ataupun suhu dalam ruangan dan jenis thermometer
Alat alat electronic positioning fixing :
  • Ø LORAN (Long range navigation) untuk menentukan posisi jarak jauh
  • Ø RADAR (Radio detection and ranging untuk menentukan posisi membaring dan mendapatkan jarak dengan radio
  • Ø GPS (Global positioning system) untuk mendapatkan posisi kapal dengan satelit
  • Ø ARPA (Automatic radar plotting Aids) untuk menentukan posisi secara otomatis
  • Ø AIS (Automatic Indication System) untuk menentukan indentifikasi sebuah kapal secara otomatis
Speed log water reference adalah alat pengukur kecepatan kapal didasarkan pada gerakan air relatif dan tekanan air dinamis
Ground reference speed log adalah pengukuran kecepatan kapal didasarkan pada titik orientasi tertentu, didarat dan didasar laut
Fungsi perum :Untuk mengukur kedalaman air
Prosedur pembuatan tali perum :
  • Ø Tali dibasahi dan diretentangkan secara berulang kali pada 2 tiang kapal yang berjarak cukup jauh
  • Ø Di tengah tengah tali di beri beban yang cukup berat dan hal ini berlangsung kira kira satu minggu dengan tujuan agar tali tidak memanjang lagi jika kena panas, dan tidak berkerut jika kena dingin, sehingga pengukuran kedalaman air lebih tepat.
Prosedur pemberian merkah merkah pada tali perum
  • Ø Merkah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9 meter dst tali tidak berwarna
  • Ø Merkah 3, 13, 23 meter dst sepotong kain merah
  • Ø Merkah 5, 15, 25 meter dst sepotong kain putih
  • Ø Merkah 7, 17, 27 meter dst sepotong kain biru
  • Ø Merkah 10, 20, 30 meter dst sepotong kulit dengan berturut turut 1, 2, 3 lubang dst
Cara menggunakan perum tangan
  • Ø Pemeruman dapat dilakukan dari sebelah kanan, dan kiri bagi juru perum yang kidal
  • Ø Persiapkan tali perum dengan tali perum yang digulung secara rapi, baru perum diberi gemuk pada lubang dasar batu perum, tali perum disambungkan pada batu perumnya.
  • Ø Juru perum memegang pasak lintang yang tersapat pada tali perum, perum di ayun putar kedepan dan kebelakang, bila memperoleh momentum yang cukup batu perum di lemparkan kedepan sejauh mungkin, sambil mengarea tali perum
  • Ø Pada siang hari pemeruman dapat langsung dibaca pada merkah, merkah yang ada diatas permukaan air laut, pada malam hari atau cuaca buruk, pembacaan merkah-merkah dilakukan dengan melihat apa yang terpegang ditangan (koreksi kembali dengan jarak merkah ke tali perum yang di permukaan air)
  • Ø Pada pemeruman yang terakhit biasanya juru perum meneriakkan ke anjungan, sebanyak tali ditangan
  • Ø Jenis tanah didasar air laut  dapat diketahuai dari  apa yang melekat pada gemuk batu perum,  pasir dan lumpur biasanya mudah menempel, sedangkan batu karang dan batu batu akan sulit menempel.
Keuntungan perum gema (echo sounder) terhadp jenis perum lain :
  • Ø Pengukuran dapat berlangsung terus menerus
  • Ø Pengukuran dapat dilakukan dengan kecepatan kapal
  • Ø Dapat diperoleh gambaran profit dari dasar laut yang dilalui
  • Ø Dapat dengan segera diketahui tempat tempat yang dangkal yang dilalui
  • Ø Pelayanannya mudah
  • Ø Dapat mengukur dengan seksama pada kedalaman ±2 dm dibawah lunas kapal
  • Ø Pengukuran dapat dilakukan pada setiap keadaan cuaca dan kecepatan
Kerugian perum gema (echo sounder) terhadp jenis perum lain :
  • Ø Harganya mahal dan pemeliharaanya sukar
  • Ø Pengukuran dapat dipengaruhi oleh adanya gelembung gelembung udara yang terdapat dibawah lunas kapal
  • Ø Adanya benda benda yang melayag didalam air (kayu, kototran, gerombolan ikan) dapat mempengaruhi pengukuran
  • Ø Hasil pengukuran masih harus dikoreksi lagi dengan sarat/dfrat kapal, koreksi pythagoras, koreksi garis nol dan koreksi maka suratan
Gambar Skema Perum gema
Prinsip pengukuran dalam laut dengan Echo Sounder :
  • Ø Pesawat ini menghasilkan getaran getaran suara yang berlangsung pendek dan secara periodik
  • Ø Oscillator atau tranduser tranduser sebagai alat pemancar dan penerima getaran listrik
Macam macam alat untuk menentukan kedalaman air :
  • Ø Perum biasa
  • Ø Perum tangan
  • Ø Perum berat
  • Ø Perum mekanis
  • Ø Perum yang dijatuhkan
  • Ø Perum gema ( Echo Sounder)
Macam macam alat pengukur kecepatan (topdal) :
  • Ø Topdal tangan
  • Ø Topdal mesin disebut topdal tunda
  • Ø Topdal modern atau topdal listrik
Bagian pesawat topdal mesin :
  • Ø Apung- apung (badan baling baling)  yang terdiri dari empat buah sirip, untuk mengirim, memberikan hitungan putaran sosok dari topdal tuda.
  • Ø Tali topdal berfungsi sebagai penghubung
  • Ø Roda penerus ( roda baling) berfungsi sebagai peredam sentakan tali tunda
  • Ø Pemberat berfungsi untuk menjaga agar apaung-apaung bersirip tidak terlalu melayang
  • Ø Pesawat penghitung berfungsi untuk melihat dan memberikan hitungan putaran sosok dari topdal tunda.
Gambar topdal tunda
Prosedur penggunaan topdal mesin
  • Ø Pertama tama pesawat penghitung (lonng) dipasang dengan baik, di tempat khusus telah disediakan untuk keperluan tersebut.
  • Ø Tali topdal diatur (dilingkarkan kekanan) sedemikian rupa sehingga kedudukan apaung-apung berada dibagian atas sekali
  • Ø Kemudian kaitan yang terdapat pada tali topdal dimasukkan kedalam mata yang terdapat dibelakang roda penerus
  • Ø Selanjutnya apung-apung bersama dengan tali topdal diarea pelan pelan kedalam air
  • Ø Jika tali topdal sedikit lagi yang berada di deck, tali topdal agak ditahan (dipegang kuat) sambil diarea terus sampai habis (tegang), hal ini dilakukan agar supaya mekanisme dan pesawat penghitung tidak mengalami sentakan yang tiba tiba dan cepat rusak
  • Ø Waktu mulai pengukuran dan penunjukan pesawat penghitung sebelum pengukuran dicatat dalam buku harian kapal (journal)
Keuntungan barometer aneroide :
  • Ø Kemungkinan pecah lebih sedikit
  • Ø Cara membawanya tidak sesulit barometer air raksa
  • Ø Tidak begitu terpengaruh oleh gerak olengan dan anggukan kapal, sehingga penunjukannya dapat dibaca dengan cepat dan mudah
Kerugian barometer aneroide
  • Ø Tidak dapar segera mengikuti perubahan perubahan tekanan udara, dengan kata lain borometer aneroid itu kerjanya lambat pada tekanan udara yang menurun, penunjukannya dapat dibaca dengan cepat dan mudah
  • Ø Koreksi koreksi yang dapat diperoleh dengan memperbandingkannya dengan barometer air raksa itu ternyata tidak senantiasa mempunyai nilai yang tetap, hal ini disebabkan oleh kerja ikutan thermis. Ausnya alat alat bagiannya atau gesekan natara pelbagai alat bagiannya, untuk mengurangi gesekan, maka sebelum pembacaan hendaknya barometer ditepuk
  • Ø Setelah jarum menunjukkan penyimpangan yang besar sekali (sebab terjadi perubahan tekanan udara yang besar sekali) terhadap kedudukan tengah tengah, maka penunjukan selanjutnya tidak dapat begitu dipercaya, sebab elastisitas dan lat alat bagian yang memegas mengalami perubahan tetap atau elastisitasnya pulih kembali setelah memakan waktu yang cukup lama.
Prosedur Kerja Barograf :
  • Barograf bekerja secara otomatis, yang terdiri dari sejumlah kotak VIDI yang bersusun, dan dibagian dalamnya tidak terhubung satu sama lain
  • Ø Dalam kotak VIDI ditempatkan pegas pegas penegang, jika tekanan udara naik, kotak VIDI tertekan kearah dalam dan jika sebaliknya maka kotak VIDi memuai(mengambang) dan masih dinatu bobot pengatur
  • Ø Grakan turun naik kotak VIDI yang terarah dipindahkan ke batang CE, yang salah satu ujungnya dipasang pena yang berisikan tinta pencatat
  • Ø Pena itu melukiskan garis diatas diagram yang di rentangkan sekeliling selinder A, dimana silinder itu di putar dengan kecepatan tetap
Macam macam alat menentukan tekanan udara :
  • Ø Barometer air raksa
  • Ø Barometer logam/aneroide
  • Ø Barograf
Syarat syarat piringan pedoman yang baik
  • Ø Harus ringan, sungkup piringan pedoman bagian bawahnya harus licin
  • Ø Tidak memiliki kesalahan kolimasi
  • Ø Pembagian derajatnya harus jelas sehingga mudah dibaca dan dibua secara teratur
  • Ø Besarnya piringan pedoman harus seimbang dengan besarnya ketel pedoman
  • Ø Piringan pedoman harus tenang
  • Ø Piringan pedoman harus peka
  • Ø Waktu ayun piringan pedoman harus cukup besar, min 14 detik agar tidak terjadi sinkronisasi dengan olengan kapal
Bagian bagian pedoman zat cair
  1. Tutup ketel bagian atas dari kaca tembus pandang
  2. Pengapung ditempatkan dibawah piringan pedoman
  3. Piringan pedoman
d.  Jarum jarum magnet
  1. Tromol pemuaian, cairan
  2. Sumbat pengisian cairan
g.  Semat pedoman
h.  Alas penyangga semat
  1. Alas (penutup bagian bawah bergelombang)
  2. Garis layar
  3. Tanduk ketel pedoman
Syarat-syarat ketel pedoman yang sempurna :
  • Ø Ketel pedoman tidak boleh mengandung magnetisme.
  • Ø Apabila kapal dalam keadaan diam, tutup kaca dari pada ketel pedoman harus dalam keadaan mendatar / stabil.
  • Ø Dalam keadaan apapun kita harus dapat mengayun dengan mudah dan tidk menyentuh dimana-mana.
  • Ø Tuntungnya semat pedoman harus berdiri tegak lurus tepat di tengah ketel pedoman.
  • Ø Sungkup dari pada pesawat baring harus dengan seksama tepat berada di tengah (pusatnya) tutup kaca dan tepat berdiri tegak lurus di atas tuntungnya semat pedoman.
  • Ø Tuntungnya semat pedoman harus terletak pada titik potong dari pada garis cincin lenja.
  • Ø Garis layar harus tepat.
Perbedaan pedoman magnet dengan pedoman gyro (gasing):
  • Ø Pedoman magnet prinsip kerjanya tergantung pada sifat sifat magnet dari sebuah magnet batang, dan pengaruh medan magnet bumi
  • Ø Pedoman gyro  prinsip kerjanya sama sekali tidak tergantung pada sifat magnet melainkan cara kerjanya sebuah gyroscope dan tergantung pada listrik kapal.
Macam pedoman diatas kapal
  • Ø Pedoman magnet standard, berada di deck paling atas anjungan, untuk membaring.
  • Ø Pedoman kemudi, berada didepan steering untuk panduan kemudi
  • Ø Pedoman darurat berada di emergency steering untuk darurat kemudi.
  • Ø Pedoman sekoci di life boat untuk keadaan darurat
Beberapa keuntungan dari Pedoman Gyro :
  • Ø Arah selalu sejati
  • Ø Pembacaan sangat seksama, pembesaran mawar pedoman Kemudi teliti sampai dengan 1°
  • Ø Pemasangan Repeater, Ki/Ka di luar anjungan sehingga cakrawala bebas.
  • Ø Pada waktu kapal oleng, juru mudi melihat perubahan haluan cepat.
Kerugian dengan menggunakan Pedoman Gasing :
  • Ø Instalasi sangat lengkap dan sangat mahal.
  • Ø Susunan juga sangat rumit, kalau terjadi perubahan pada generator pembangkit listrik dan terjadi penurunan voltase penunjukan arah pedoman akan kacau sebelum voltase normal
  • Ø Jika terjadi kerusakan di laut sulit untuk diperbaiki sebab tenaga ahlinya ada di darat
Bagian utama pedoman :
  • Ø Piringan pedoman
  • Ø Ketel pedoman
  • Ø Cincin lensa (alat penggantung pedoman)
  • Ø Rumah pedoman
Bagian Bagian pedoman magnet basah
  1. Tutup kaca
  2. Tanduk
  3. Sumbat (untuk menambah cairan)
d.  Pengapung
  1. Batang magnet dalam bungbung kuningan
  2. Semat
g.  Tromol berpegas
h.  Jembatan kuningan untuk penyangga semat
  1. Pemberat
  2. Ketel
  3. cairan
Keuntungan pedoman magnet basah dibanding pedoman magnet kering :
  • Ø Pedoman magnet basah memiliki momen yang lebih besar,
  • Ø Lebih tenang, karena memiliki peredam getaran dan goncangan lebih banyak
Perbedaan antara chronometer dengan jam bisa :
  • Ø Pada chronometer dipasang sebuah alat namanya bucuan, fungsi mengatur jalan atau putaran jam
  • Ø Chronemeter menunjukkan waktu GMT, sedangkan jam bisa menunjukkan waktu setempat
  • Ø Chronometer mempunyai tegangan pegas, chromometer berjalan sejak diputar penuh. Sedangkan pada jam biasa tidak kita dapati
Arti duduk atau langkah dari chronometer adalah sejumlah waktu yang menunjukkan lebih lambat atau lebih cepat
Duduk diberi tanda positif bila pengukur waktu berjalan lebih lambat terhadap GMT,Duduk diberi tanda negatif bila pengukur waktu berjalan lebih cepat dari GMT
Bagian bagian chronometer :
  • Ø Pegas besar dan kuat, funsinya pegas ini merupakan sumber tenaga penggerak dari seluruh alat ini sendiri
  • Ø Rangkaian roda roda gigi dipergunakan untuk memeindahkan gerakan
  • Ø Penyeimbangan dipergunakan untuk mengatur langkah dari chronometer
Chronometer adalah alat pengukur waktu yang mampu menunjukkan waktu dengan seksama sekali, chronometer dipergunakan dikapal untuk dapat menentukan waqktu menengah di greenwich (GMT=Greenwich Mean Time) pada setiap saat
Jenis alat baring :
  • Ø Model alat baring jarum semat
  • Ø Model alat baring penjelah celah benang
  • Ø Model alat baring Thomsom
  • Ø Azimuth circle
  • Ø pelorus
Penjelasan cara menggunakan model alat baring jarum semat adalah Kita harus melihat jarum dan benda dalam garis lurus atau dengan melihat dari arah belakang jarum dan bends menjadi satu skala perpotongan pada piring pedoman oleh jarum dapat dibaca.
Penjelasan cara menggunakan model alat baring Thomson :
  • Ø Pada saat membaring bantu navigasi , kita harus melihat jarum dan benda dalam satu garis
  • Ø Dengan melihat dari jarum kearah belakang jarum, kearah satu benda sedemikian rupa, sehingga benda menjadi satu
  • Ø Kemudian pada skala derajat pada piringan pedoman yang terpotong oleh jarum arah benda dilihat dari kapal dan dapat dibaca
————————————————
Buatlah gambar konstruksi pada tabir/layer RADAR dan posisi kapal dipeta dengan data sbb:
  • Ø Relative motion RADAR pada kondisi  North Up
  • Ø Haluan kapal 210°
  • Ø Baringan target A 90°
  • Ø Baringan target B 135°
  • Ø Target A dan B di peta berada pada garis bujur yang sama dan berjarak 4 mil
90°
4 mil
210°                                                           135°
———————————————–
Sextan digunakan untuk mengukur sudut antara dua garis yang ditarik dari dua titik oleh seorang pengamat, besar sudut yang yang diukur dama dengan dua kali sudut yang terbaca pada pembidang busur
Perbedaan sextan dengan alat baring lainnya : sextan merupakan alat baring yang dipergunakan untuk mengukur tinggi benda benda angkasa, sedangkan alat baring lainnya dipergunakan untuk membaring sosok benda di bumi seperti pulau, suar dan tanjung.
Jenis thermometer :
  • Ø Thermometer fahrenheit
  • Ø Thermometer celcius
  • Ø Thermometer reamur
  • Ø Thermometer kelvin
Perbandingan skala thermometer
CelciusReamurFahrenheitKelvin
100
100
5
80
80
4
212
180+32
9+32
332
232
5
Fungsi dari thermometer :Untuk mengetahui suhu sekeliling kita ataupun suhu dalam ruangan dan jenis thermometer
Alat alat electronic positioning fixing :
  • Ø LORAN (Long range navigation) untuk menentukan posisi jarak jauh
  • Ø RADAR (Radio detection and ranging untuk menentukan posisi membaring dan mendapatkan jarak dengan radio
  • Ø GPS (Global positioning system) untuk mendapatkan posisi kapal dengan satelit
  • Ø ARPA (Automatic radar plotting Aids) untuk menentukan posisi secara otomatis
  • Ø AIS (Automatic Indication System) untuk menentukan indentifikasi sebuah kapal secara otomatis
Speed log water reference adalah alat pengukur kecepatan kapal didasarkan pada gerakan air relatif dan tekanan air dinamis
Ground reference speed log adalah pengukuran kecepatan kapal didasarkan pada titik orientasi tertentu, didarat dan didasar laut

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...